Header Ads

7 Fakta Tentang Kecanduan Seks Parah Alias Hiperseksual


Ilustrasi, sumber foto: borovatv.com


Tangkas Net Ku - Cukup asing di telinga, gangguan hiperseksual sebenarnya bisa ditebak maknanya hanya dari padanan kata yang digunakan. Benar, istilah ini mengacu pada gangguan seseorang yang kecanduan seks. Ada juga yang mengartikannya sebagai dorongan seks yang luar biasa tinggi.


Meski klasifikasinya masih belum jelas, untuk saat ini hiperseksual dapat digolongkan sebagai masalah psikologis. Untuk lebih memahaminya, simak penjelasan berikut ini.


Hiperseksual adalah masalah kecanduan seks yang mengkhawatirkan


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hiperseksual adalah suatu kondisi di mana seseorang kecanduan seks. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikannya sebagai gangguan impuls. Jadi, perilaku ini ditandai dengan kegagalan untuk mengendalikan dorongan atau dorongan seksual yang kuat. Akibatnya, penderita akan melakukan aktivitas seksual berulang kali.


Seperti kebanyakan masalah kecanduan, gangguan ini sulit dikendalikan dan menyebabkan stres pada penderitanya. Apalagi bila aktivitas seksual sudah menjadi fokus utama, maka akan mengganggu semua aspek kehidupan. Mulai dari pekerjaan, kesehatan fisik dan mental, hubungan dengan orang lain, hingga hal-hal yang seharusnya menjadi tanggung jawab.


Berbagai perilaku yang menunjukkan kecenderungan hiperseksual


Jika dideskripsikan lebih dalam, sebenarnya hiperseksual tidak hanya sebatas seks dalam hal berhubungan intim. Masalah ini juga mencakup beberapa perilaku seperti di bawah ini:


  • Fantasi seksual yang berlebihan;

  • Dorongan masturbasi yang hebat;

  • Konsumsi pornografi;

  • Melakukan hubungan seks tanpa kondom;

  • Cybersex atau seks dengan orang lain secara online;

  • Sering menggunakan jasa pekerja seks.


Dilansir Medical News Today, seseorang dengan kecenderungan hiperseksual sulit mengendalikan hasratnya. Akibatnya, mereka melakukan aktivitas tersebut di atas secara intens dan berlebihan.


Misalnya, dalam sehari, penderita hiperseksual bisa berhubungan seks dengan lebih dari satu orang berkali-kali. Begitu juga dengan masturbasi, konsumsi pornografi, dan lain-lain. Kehidupan seksualnya menjadi fokus utama sehingga aspek lain diabaikan.


Gejala hiperseksual yang harus diwaspadai


Menurut laporan dari Mayo Clinic dan Medical News Today, ada beberapa gejala yang bisa mengindikasikan perilaku hiperseksual atau yang sering disebut dengan perilaku seksual kompulsif. Berikut adalah beberapa di antaranya:


  • Miliki fantasi, dorongan, dan perilaku seksual yang intens sehingga Anda menghabiskan banyak waktu untuk memuaskan diri sendiri. Anda juga merasa bahwa Anda tidak memiliki kendali atas dorongan ini;

  • Aktivitas seksual mengganggu aktivitas sehari-hari karena dilakukan secara berlebihan;

  • Jadikan aktivitas seksual sebagai pelarian dari stres, kecemasan, kesepian, depresi, dan beban hidup lainnya;

  • Berulang kali mencoba untuk menguranginya tetapi gagal;

  • Selalu memiliki keinginan untuk melakukan aktivitas seksual ini tetapi merasa bersalah setelahnya;

  • Fantasi, dorongan, dan perilaku seksual tidak terpengaruh oleh obat apa pun;

  • Tidak peduli dengan keamanan praktik seksual yang dilakukan, seperti risiko infeksi menular seksual dan lain-lain;

  • Telah mengalami gejala di atas selama kurang lebih 6 bulan;

  • Sulit untuk menjaga hubungan baik dengan orang lain.


Penyebab hiperseksual masih belum ditentukan


Tidak seperti kecanduan obat-obatan, kita sulit menentukan apa penyebab pasti dari gangguan hiperseksual. Dilansir Psychology Today, masalah ini bisa terjadi karena kombinasi beberapa faktor, seperti pengalaman traumatis, stres, dan gangguan psikologis lainnya.


Gangguan psikologis yang dimaksud bisa bermacam-macam, seperti depresi dan gangguan kecemasan. Sebuah laporan dari Medical News Today mengatakan bahwa manusia memiliki mekanisme koping yang berbeda untuk depresi. Orang yang mengalami hiperseksual dapat mengalihkan pikirannya dari hal-hal buruk melalui seks.


Sedangkan dari sisi medis, hiperseksual juga dapat dipengaruhi oleh gangguan pada otak. Menurut Mayo Clinic, berikut ini termasuk:


  • Ada ketidakseimbangan kimia di otak 

Hormon seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin yang terlalu tinggi dapat mendorong perilaku seksual yang berlebihan ini. Bahwa dalam kondisi normal, ketiganya dibutuhkan untuk menciptakan perasaan bahagia;

  • Perubahan jalur di otak 

Meski belum pasti, hiperseksual mungkin didorong oleh perubahan sirkuit saraf otak. Ketika hasrat seksual semakin terpenuhi, tubuh akan membutuhkan aktivitas yang lebih intens untuk mendapatkan kepuasan;

  • Masalah kesehatan yang mempengaruhi otak 

Penyakit tertentu seperti epilepsi dan demensia dapat mengganggu bagian otak tertentu sehingga terjadi hiperseksual.


Faktor risiko yang mendorong perilaku hiperseksual


Meski hiperseksual bisa dialami oleh siapa saja tanpa pandang bulu, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko perilaku ini. Diantara mereka:


  • Memiliki masalah dengan alkohol atau kecanduan narkoba;

  • Memiliki gangguan psikologis;

  • Memiliki riwayat kecanduan pada hal atau perilaku lain;

  • Memiliki konflik dengan keluarga atau memiliki anggota keluarga dengan kecanduan tertentu;

  • Ada riwayat kekerasan seksual dalam hidupnya dalam bentuk apapun.


Memiliki hubungan dengan ADHD


Hiperseksual juga dikaitkan dengan gangguan perhatian defisit hiperaktif, juga dikenal sebagai ADHD. Ini adalah kondisi di mana seseorang mengalami beberapa jenis gejala, seperti perilaku impulsif, hiperaktif, dan kesulitan memperhatikan.


Dilansir Healthline, ternyata bagi sebagian penderita ADHD, rangsangan seksual merupakan salah satu cara untuk menenangkan diri dan mengurangi gejala kondisi tersebut. Namun, jika terus berlanjut, aktivitas tersebut bisa berubah menjadi kecenderungan hiperseksual.


Selain itu, orang dengan ADHD dapat bertindak impulsif. Hal ini meningkatkan risiko kecanduan dan terlibat dalam aktivitas seksual berisiko, seperti seks tanpa menggunakan kondom.


Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hiperseksual?


Penyebab pasti hiperseksual dapat bervariasi dari orang ke orang. Namun, jelas bahwa orang yang mengalami gangguan ini memerlukan perawatan intensif. Tujuannya untuk membantu mengatasi dorongan yang muncul dan mengurangi aktivitas seksual yang berlebihan.


Hal pertama yang harus dilakukan jika Anda merasa hiperseksual adalah berkonsultasi dengan dokter atau psikolog. Meskipun hal ini mungkin canggung untuk dibicarakan, yang terbaik adalah jujur ​​​​dan tidak menutupinya sehingga mereka dapat dengan jelas mengidentifikasi masalahnya.


Ada beberapa jenis terapi yang biasa digunakan untuk mengobati gangguan hiperseksual. Mulai dari terapi perilaku kognitif, terapi psikodinamik, hingga penggunaan obat-obatan tertentu di bawah pengawasan dokter.


Gangguan hiperseksual tidak dialami oleh banyak orang. Namun, hal ini tidak boleh diremehkan. Sebab, banyak efek buruk yang akan terjadi jika penderita tidak segera melakukan terapi. Misalnya, peningkatan risiko penyakit menular seksual dan HIV, tidak bisa hidup normal, dorongan untuk menggunakan obat-obatan terlarang, hingga melakukan kekerasan seksual terhadap orang lain.


No comments

Powered by Blogger.